‘Siapa yang ada
di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya
yang baru sudah datang.’ (2 Korintus 5:17)
Manusia baru dalam Kristus tidak
diertikan sebagai hubungan yang melibatkan tubuh fizikal, tidak ada hubungan
dengan gaya berpakaian, penampilan muka atau rambut anda yang baru. Manusia
baru dalam Kristus adalah suatu sikap hidup yang baru. Sikap hidup seperti yang
dikatakan oleh Yesus dalam Markus 12:30-31, suatu sikap yang mengasihi Allah
dengan segenap hati, dengan segenap akal budi dan sengan segenap kekuatan kita,
serta mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri.
Perubahan sikap seperti itu merupakan
perubahan fundamental, dari suatu sikap yang hanya mementingkan diri sendiri,
sikap yang hanya berpusat pada diri sendiri, kebutuhan diri sendiri, kepada
sikap yang mencari kehendak Allah dalam hidup kita, mendahulukan apa yang Tuhan
inginkan dari pada keinginan kita sendiri, serta memandang orang lain sebagai
bagian dari ciptaan Tuhan yang dikasihi Tuhan, seperti kita sendiri
dikasihiNya.
Mengasihi Tuhan juga berarti tidak ada
tuhan lain dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak ada idola-idola lain yang
kita sembah, atau kita utamakan, termasuk idola untuk mengejar wang dan
kekuasaan sebagai pegangan hidup kita yang menggantikan Tuhan. Kalau begitu,
apa untungnya menjadi manusia baru dalam Kristus?
Orang sering mempertanyakan apa
untungnya mengikuti Kritus dan menjadi manusia baru, terutama bila beban dan cabaran
yang harus kita hadapi setiap hari begitu besar dan berat? Allah ada sumber
segala berkat dan keselamatan. Tidak ada sesuatu yang terjadi di dalam dunia
ini tanpa rencana Tuhan. Dalam kisah tentang Ayub, Tuhan berkata kepada Iblis
(Ayub 1:8): "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada
seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan
Allah dan menjauhi kejahatan."
Tetapi Iblis menjawab kepada TUHAN (Ayub
1:9-10): "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?
Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala
yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang
dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Dari pengakuan Iblis ini dapat kita
sedar bahwa Tuhan menjaga Ayub dan rumahnya serta segala sesuatu yang dimiliki.
Tuhan bahkan memberkati Ayub sehingga kekayaannya makin bertambah.
Hanya pada Tuhan ada keselamatan, ada
perlindungan dan ada berkat yang berlimpah-limpah. Di luar Tuhan, hanya ada
bencana, dan kehancuran. Menjadi manusia baru dalam Kristus adalah membiarkan
Tuhan mengambil alih pimpinan hidup kita yang berujung kepada hidup yang
diberkati, hidup yang membawa damai sejahtera, baik dalam rumah tangga maupun
bagi orang lain.
Menjalani hidup baru dalam Kristus
adalah belajar untuk mempercayakan kehidupan kita sepenuhnya dalam gengaman
Tuhan, dalam kasih sayang Tuhan, dan memiliki suatu hubungan yang mesra, yang
intim, bersama Tuhan setiap hari. Belajar taat untuk mengikuti Tuhan, mengikuti
kehendakNya, rindu untuk mendengar suara Tuhan pada setiap saat dalam hidup
kita.
Tuhan menginginkan suatu hubungan mesra
dengan kita, hubungan kasih sayang, seperti Bapa kepada anak-anakNya. Dalam
hubungan yang mesra seperti itu, semua keperluan jasmani dan rohani kita
dipenuhiNya, termasuk kehausan jiwa kita, kekosongan hati kita, luka-luka dalam
jiwa kita karena berbagai situasi yang kita alami, semuanya mendapat
penyembuhan dan pemulihan sepenuhnya, sehingga hidup kita diliputi dengan damai
dan sukacita.

0 comments:
Post a Comment